Selasa, 26 April 2016

Tuhan mengenal kita lebih dari siapapun

Mazmur 139:16 ..mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

USG adalah alat berteknolgi canggih yang memungkinkan kita melihat janin di dalam kandungan. Berbagai informasi yang kita perlukan tentang pertumbuhan janin dapat diketahui: mendengar detak jantung, mengukur lingkar kepala atau badan, mengukur panjang tulang, mengetahui jenis kelamin dan sebagainya. Alhasil, keadaan jabang bayi yang dulu merupakan misteri kini bisa disaksikan melalui layar monitor khusus. Mata TUHAN lebih tajam dan lebih akurat dibandingkan dengan USG tercanggih manapun. TUHAN bahkan melihat pertemuan sel sperma ayah dan sel telur ibu jauh sebelum USG mampu menditeksi kehadiran embrio. Dia bukan hanya mampu melihat bentuk dan rupa manusia di dalam rahim, melainkan mengetahui pula dengan pasti seluruh jalan kehidupan setiap orang.
Pemazmur pernah mengajarkan sesuatu dalam Mazmur 139 ini bahwa Allah mengenal kita lebih dari siapapun yang dekat dengan kita. Dia tahu persis apa yang kita lakukan, kita alami, dan yang kita rasakan sejak sebelum dilahirkan hingga menutup mata kelak. Ada dua kebenaran yang kita dapatkan
 dalam firman ini: Pertama, kita tidak bisa lari dan bersembunyi dari hadapan-Nya (ayat 7~12).
 Artinya tidak ada perkara kita yang tidak diketahui oleh TUHAN.
Kedua, kita bisa merasa tenang, tidak perlu khawatir bahwa Dia akan salah memahami keadaan kita (ayat 2~4). Masakan kita takut dengan masa depan apabila Dia telah mengetahui jalan hidup kita seluruhnya? Berjalanlah terus bersama TUHAN krn Dia adalah Bapa kita sendiri. Percayalah selalu kepada-Nya!
TUHAN mengenal setiap hal yang tersembunyi dalam diri kita. Milikilah kepercayaan penuh kepada Allah k karena Dia mengenal kita.

Baca  Mazmur 139:1~16
kutipan saat teduh hari ini tgl 26 April 2016


Selasa, 29 Maret 2016

Kepuasan Batin

Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.-Filipi 4:11

Kepuasan batin bukanlah rasa puas terhadap diri sendiri. Paulus menulis dari penjara, tempat yang benar-benar di luar rencananya, namun di sanalah ia menemukan kedamaian yang melampaui segala akal (Flp 4:7). Kepuasaan batin yang dialami Paulus tidak bersumber pada keadaannya, melainkan dari kedekatannya dengan Allah. Bagaimana dengan kita? Apakah batin kita senang saat diberi tugas-tugas tambahan yang tidak menyenangkan, atau saat melihat orang lain naik pangkat? Pada saat klinik penuh sesak, perjalanan pulang kerja sangat macet sehingga makan malam dengan keluarga terlambat, telepon tak putus-putusnya berdering-semua itu sering membuat kita sulit memancarkan kedamaian. Untuk menghibur kita, Paulus mengatakan ia telah belajar mencukupkan diri. Suratnya yang lain mencantumkan beberapa keadaan yang membuat ia belajar (2 Kor 4:8-11). Walaupun kita tidak sebanding dengan Rasul Paulus, kita pun bisa belajar bersandarkepada maksud dan kuasa Tuhan justru melalui pengalaman ketika kita paling tertekan. Seorang kawan menyebut hal ini "menyonsong bencana dengan tenang", untuk mendapatkan pertolongan, kedamaian dan sukacitaNya.

Suatu malam, sebuah kantor pos dirampok oleh orang-orang bertopeng yang meminta uang. Karena peti besi dikunci otomatis dan tidak dapat dibuka hingga pagi hari, baik perampok maupun yang dirampok menunggu bersama sepanjang malam. Seorang kawan Kristen yang terlibat dalam persitiwa itu di kemudian hari bercerita kepadaku, walaupun gemetar ketakutan ia mengalami kehadiran dan sukacita dari Tuhan. Ia menambahkan, "Kini aku mengerti mengapa para martir mulai bernanyi menjelang saat kematianNya. Rasanya aku mau menyanyi juga waktu itu."

Kebanyakan dari kita tidak punya alasan yang kuat untuk tidak puas. Setiap hari kita perlu berlatih merasakan kehadiran Allah, apakah Ia sebagai saksi bisu terhadap reaksi-reaksi kita, maupun sebagai Pribadi yang bersedia mengubah keadaan tersebut. Walaupun sukacita kawanku itu bukan pengalaman yang bisa dialami semua orang, tidak berarti tekanan hebat tidak dapat berdampingan dengan kedamaian, bahkan sukacita. Sukacita kita pun bertambah ketika orang lain ingin tahu sumber kepuasan batin itu.

Baca : 1 Timotius 6:6-16

Sebuah Ayat Emas untuk Dilakukan

Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?-Mikha 6:8

Setelah lulus dari sekolah kedokteran, dan berdoa agar Tuhan menolongku untuk menjadi seorang dokter yang baik, aku menemukan ayat ini dan memutuskan untuk menjadikannya pedoman pribadiku. Bahasa perasaan yang kupakai adalah bahasa Thailand, yang menerjemahkan ungkapan "hai manusia" dengan suatu istilah yang hangat dan penuh perasaan. Ayat ini menyatakan tanggung jawab yang unik dan hak istimewa kita, bukan saja dalam hubungan kita dengan sesama tapi juga dengan Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi.

Dua tuntutan pertama, adil dan setia, menyangkut hubungan kita dengan sesama. Bagaikan sepasang tangan, yang satu bicara tentang ketulusan dan kejujuran, yang lain tentang sikap hati kita terhadap sesama. "Mencintai kesetiaan" adalah ungkapan Ibrani yang paling sering dipakai untuk melukiskan kebaikan hati Allah. Kita memerlukan kasih agape ini untuk memelihara hubungan kita dengan sesama. Keramahan dan niat baik manusia saja tidak cukup. Seringkali kita tidak seimbang. Kadang-kadang kita mengatakan kebenaran tanpa kasih, atau atas nama kasih kita enggan memperhadapkan masalah dengan kebenaran. Hanya dalam Tuhan Yesus Kristuslah manusia dipenuhi oleh anugerah dan kebenaran di mana kedua hal ini seimbang dengan sempurna (Yoh 1:14).

Bagian terakhir dari ayat ini berkaitan dengan hidup kita sehari-hari bersama Tuhan. Dalam kehidupan profesional kita, kita didorong untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang percaya diri dan tegas. Namun jalan Tuhan selalu mendahului kerendahan hati. Ia menghargai orang yang tertindas dan patah semangat, yang gentar terhadap Firman-Nya (Yes 66:2)

Meskipun sering gagal, aku terus mencoba melakukan Mikha 6:8 Bersediakah anda juga berpegang dan berjalan dengannya, serta melakukannya?

Baca : Filipi 2:1-11; Mazmur 15

Senin, 21 Maret 2016

Jantung “Berlubang” Akibat Gigi Berlubang

Selama ini, sakit gigi maupun gigi berlubang cenderung disepelekan. Dokter gigi baru dikunjungi jika sakit gigi sudah tidak tertahankan lagi. Namun, tahukah Anda, sakit gigi bisa mengancam nyawa secara tidak langsung?
Ketika gigi berlubang, bagian yang terdapat di dalam gigi menjadi terekspos terhadap lingkungan luar, salah satunya adalah pembuluh darah. Sementara itu, mulut merupakan lingkungan yang kaya akan mikroorganisme, tanpa peduli seberapa sering kebiasaan menggosok gigi atau berkumur dengan cairan pembersih mulut. Kuman-kuman ini masuk ke dalam pembuluh darah yang terekspos akibat gigi berlubang, kemudian terbawa bersama aliran darah hingga ke jantung.
Umumnya, jantung memiliki mekanisme proteksi alami terhadap kejadian semacam ini sehingga kuman tidak dapat menempel di dalamnya. Namun, dalam kondisi tertentu, kuman dapat menempel pada katup jantung (jantung memiliki sejumlah katup yang memastikan agar darah tidak mengalir kembali melalui saluran yang salah).
Normalnya, kuman yang berhasil menyusup ke dalam aliran darah akan tergelincir dari dinding interior jantung, kemudian ikut mengalir keluar bersama darah hingga akhirnya dilumpukan oleh sistem imun tubuh. Akan tetapi, kondisi katup jantung yang rusak, baik karena kelainan semenjak lahir yang tidak terdeteksi karena tanpa gejala, penyakit jantung rematik (suatu kondisi autoimun berupa sel-sel imunitas keliru mengenali sel jantung sebagai sel yang harus diserang sehingga terjadi kerusakan pada jantung), maupun penggunaan katup jantung prostetik (katup jantung mekanik buatan yang ditempatkan untuk menggantikan katup jantung yang telah rusak).
Apabila kuman berhasil menempel pada katup jantung, maka kondisi ini disebut dengan endokarditis. Kumpulan dari kuman tersebut akan membentuk gumpalan padat. Suatu ketika, gumpalan ini dapat terlepas dari katup jantung dan terbawa aliran darah hingga ke menyumbat pembuluh darah kecil. Akibatnya, aliran darah ke tempat tersebut terhenti. Jika pembuluh darah tersebut menuju otak, maka bisa terjadi stroke. Jika menuju ginjal, bisa terjadi kematian ginjal. Demikian pula bila yang tersumbat pembuluh darah ke organ lain. Kerusakan tersebut terjadi karena sesungguhnya darah membawa oksigen dan nutrisi yang berperan vital untuk kehidupan sel-sel di tubuh. Sel yang tidak mendapat darah akan segera “kelaparan” dan akhirnya mati. Kematian sel yang banyak berujung pada kematian organ, kemudian jika tidak ditolong, bisa berakibat pada kematian manusia itu sendiri.
Sumber : http://www.spesialis.info/?waspadai-gejala-endokarditis-non-infektif,711
Tidak hanya menyumbat pembuluh darah, gumpalan ini juga bisa terbawa masuk ke dalam organ tubuh lainnya, misalnya hati. Di hati, gumpalan yang berisi kuman tadi menginfeksi hati. Akibatnya, timbul nanah di organ yang jika dibiarkan akan semakin meluas dan semakin merusak organ tersebut. Ada pula komplikasi lainnya, yaitu timbulnya gagal jantung. Gumpalan berisi kuman akhirnya berhasil merusak katup jantung sehingga jantung seolah tidak memiliki katup. Walaupun hanya satu katup jantung yang terganggu (jantung memiliki empat katup jantung), kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan terganggu secara signifikan. Jantung harus berupaya lebih keras untuk memompa darah untuk mengkompensasi kerusakan tersebut. Lama-kelamaan, terjadi gagal jantung, yaitu kondisi jantung tidak lagi mampu untuk memompa darah dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh tubuh.
Ketiga komplikasi di atas bisa berujung fatal. Gejala yang timbul bisa tiba-tiba ataupun perlahan-lahan. Tidak ada gejala spesifik untuk endokarditis, namun gejalanya meliputi gejala infeksi dan penyakit jantung, di antaranya demam, menggigil, sesak napas, pucat, serta pembesaran pada perut dan kaki, di samping gejala lainnya. Jika curiga akan kemungkinan endokarditis, segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan. Dengan demikian, penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, terutama pada orang-orang yang sudah mengalami gangguan katup jantung sebelumnya.
Patria Wardana Yuswar via Beranisehat.com

Cara Dokter dan Perawat Tetap Sehat Meski di Sarang Penyakit

Bekerja di klinik atau rumah sakit seharusnya membuat dokter maupun perawat atau siapa saja yang bekerja di dalamnya, berisiko tinggi tertular penyakit. Tapi nyatanya, dokter dan perawat tidak mudah tertular penyakit. Sebagai petugas kesehatan tentunya mereka tahu apa saja yang harus dilakukan untuk terhindar dari penyakit yang bisa jadi bersarang di sekitar mereka, seperti flu sekalipun. Setidaknya, ada 9 cara yang sering mereka lakukan agar tetap sehat tanpa tertular.

Dilansir dari Medical Daily, berikut beberapa tips dari dokter dan perawat untuk meningkatkan sistem imun sehingga terhindar dari penyakit menular : 

1. Kurangi minuman beralkohol
Berdasarkan studi dari National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism, kelebihan alkohol akan menekan sistem imun dengan cara mengurangi kemampuan sel darah putih melawan bakteri secara efektif. Alkohol juga membuat dehidrasi dan bisa mengganggu tidur. Ini juga dapat mengurangi pertahanan tubuh dua kali lipat.

2. Menghindari gula
Sama seperti alkohol, gula juga dapat menghambat sel darah putih menenggelamkan bakteri dan virus. Menurut penulis Healthcare Made East, Michelle Katz, batasan perempuan mengkonsusmi gula adalah 6 sendok teh per hari atau kurang dari itu. Sementara untuk laki-laki batasannya 9 sendok teh per hari.


3. Vaksin
Adanya mutasi virus menyebabkan vaksin yang telah ada menjadi tidak efektif. Tapi bukan berarti anda boleh melewatkannya. Namun, vaksin merupakan salah satu cara untuk menghindari diri dari virus flu dan penyakit lainnya.


4. Cuci apapun yang anda sentuh
Anda bisa menggunakan sabun dan air atau alkohol untuk desinfektan untuk megelap barang-barang yang anda gunakan sehari-hari. Lakukan lebih sering ketika musim flu datang untuk menghentikan penyebaran kuman. Anda juga dapat membersihan mesin cuci.


5. Konsumsi prebiotik
Seanyak 60% - 70% sistem kekebalan tubuh ada di usus. Ahli nutrisi Alexander Rinehart mengatakan usus merupakan pembatas dunia luar dengan dunia yang ada di dalam tubuh anda. Pembatas ini dilindungi oleh bakteri yang baik yang mencegah infeksi dan bakteri patogen diserap tubuh. Sementara itu studi yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition menemukan bahwa prebiotik dapat menjadi pelindung sistem imun di dalam usus. Prebiotik juga berfungsi mencegah penyakit pernapasan seperti flu.


6. Jangan gigit jari
Kendati anda sudah mencuci tangan, jari-jari anda kemungkinan masih mengandung kuman. Kuman-kuman itu tumbuh di bawah kuku anda. Dan menggigit kuku merupakan cara yang ampuh buat bakteri masuk ke tubuh.


7. Berolahraga, tapi jangan terlalu keras.
Berdasarkan penelitian dari Appalachian State University, melakukan aktivitas yang terlalu berat meningkatkan resiko para atlet terkena infeksi saluran pernapasan karena ada perubahan negatif  dari sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan produksi hormon stres seperti epinepherin dan kotisol. Sementara itu aktivitas as atau olahraga yang cukup justru meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


8. Tahan napas
Kebanyakan kuman masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut. Jadi ketika berada di sekitar orang yang sakit atau di sekitar orang yang bersin hindari menghirup napas dalam-dalam. Anda bisa menahan napas sekitar 10 detik.


9. Pergi ke luar meski cuaca dingin
Menghirup udara segar di luar rumah juga bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit menular seperti flu. Sebab, kebanyakan orang memilih berdiam diri di rumah ketika musim hujan atau dingin padahal di dalam, pertukaran udara lebih banyak terjadi antar setiap orang. Jangan lupa buka jendela anda atau jalan-jalan ke luar agar sirkulasi udara bisa lebih baik.

Dilansir dari Medicaldaily.com


Integritas di Bawah Ancaman

Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!- 1 Korintus 10:12

Walaupun reputasi Hizkia sebagai raja Yehuda yang beriman baik, ia mengalami kejatuhan yang hebat. Raja Sanherib dari Asyur menyerbu kerajaannya dan merebut kota-kota bentengnya. Dalam keadaan panik, Hizkia mencoba menyogok Sanherib, memberi dia berton-ton perak dan emas dari rumah Tuhan. Barang-barang yang dipersembahkan untuk Tuhan diberikan kepada raja kafir.

Dalam kepanikannya, ketulusan hati Hizkia yang terkenal itu teringkari dan ia berkompromi dengan musuh. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-14 pemerintahannya. Dalam menjalani kehidupan kekristenan kita, betapa perlunya kita untuk tidak lalai atau meninggalkan semangat kita yang mula-mula sebagai "semangat anak muda". Kita dapat bernyanyi bersama dengan lagu pengabdian, tapi apakah kita bersungguh-sungguh dengan setiap katanya? "Tuhan, ambil hidupku ... tanganku ... langkahku ... lidahku ... hartaku ... diriku seutuhnya."

Meskipun disogok, pasukan Asyur tetap berbaris menuju Yerusalem. Hizkia diuji lagi oleh ejekan pemimpin pasukan Asyur, "...kepada siapa engkau berharap ...?" (2 Raj 18 : 20) Peristiwa ini "menyelidiki" hatinya, sebagaimana yang seharusnya kita lakukan. Apakah dia, dan kita, terus mengandalkan manusia, atau pertama-taman kepada Tuhan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, dengan bijak Hizkia pergi ke rumah Allah yang dijarah, untuk kembali mencari pertolongan-Nya. Ia bertobat dari kegagalannya, dan kembali menegaskan imannya. Nabi Yesaya kemudian memberitakan pesan Tuhan yang menghibur Hizkia, "Jangan takut!" (2 Raj 19:1-6). Yesaya juga menubuatkan kejatuhan musuh yang akan segera terjadi. Maka, Tuhan dengan indahnya memulihkan iman Hizkia.

Kita juga dapat menemukan kekuatan bila "diserang" kata-kata penghiburan Paulus kepada Timotius. "Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Tim 1:7)

Doa : ya Tuhan, tolonglah kami untuk berpaling kepada-Mu pada saat kami tertekan, belajar kembali bahwa mereka yang percaya sepenuhnya kepada-Mu akan mengalami bahwa Engkau sepenuhnya dapat diandalkan. Amin.

Baca : 2 Raja-raja 19:14-19; 35-36

Tujuan Kita : Integritas yang Sempurna

Hizkia .. melakukan apa yang benar di mata Tuhan ... Ia percaya kepada Tuhan, Allah Israel dan  di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. - 2 Raja-raja 18:1-5

Raja Hizkia adalah contoh alkitabiah dari seorang yang memiliki integritas-terhormat, jujur dan suci. Hizkia melihat semua perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan di negerinya dan ia bertekad untuk tidak berkompromi. Kebijakannya adalah "menyelesaikan perselisihan denagan meminta kelonggaran dari setiap pihak."

Sebagai orang beriman, Hizkia berpegang erat pada Tuhan dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Khususnya ia ingin membersihkan negerinya dari penyembahan berhala. Bahkan ular tembaga yang dikuduskan, yang dahulu digunakan Tuhan untuk menyembuhkan orang Israel yang digigit ular di padang gurun,pun harus disingkirkan. Ular tembaga itu telah menjadi objek penyembahan menggantikan Tuhan. Berhala pun harus nyata, melainkan segala sesuatu yang muncul di antara diri kita dan Tuhan. Dalam kehidupan pekerjaan, berhala bisa saja berupa ambisi yang berlebihan, kemakmuran, gaya hidup yang nyaman, atau ilah-ilah lainnya. Salah satu himne karangan Cowper mengatakan :
Berhala kesayangan yang kukenal 
apapun bentuknya berhala itu
tolong aku untuk membuangnya dari takhta-Mu
dan menyembah hanya Engkau saja


Semua orang yang bertekad hidup dengan pola ini, akan digodai iblis untuk merendahkan standarnya. Dan, taktik iblis jitu! Jika ia gagal di satu bidang, ia akan mencoba di bidang lain. Hizkia, yang kejam terhadap penyembahan, menyadari dirinya digodai dalam bentuk yang lain ketika semua yang ia pertahankan diancam. Ia sangat takut, dan dalam kepanikannya, ia kehilangan integritasnya dan berkompromi dengan musuhnya. Baca lagi tentang hal ini, besok!

Doa : Tuhan Allah, hasrat hati kami adalah menjadikan Engkau sebagai yang utama. Tolonglah kami untuk tetap setia kepada-Mu, tidak hanya ketika segala sesuatu berjalan baik, tapi juga ketika kami berada dalam kesulitan besar, amin.

Baca : 2 Raja-raja 18:1-16; Efesus 6:10-13

Selasa, 01 Maret 2016

Kasih Mengubah Segalanya

Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku-Matius 25:40

Samuel tersenyum menghadap kamera. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Ia dulu seorang penumpang yang duduk di bagian belakang mobil bak terbuka. Tapi ada banyak hal yang menyebabkan ia mengalami sebuah kecelakaan. Tidak ada sabuk pengaman, jalan yang berlubang, mobil dipacu terlalu cepat, terlalu banyak penumpang-dan Samuel jatuh dari mobil itu. Ia akan lumpuh selamanya dari pinggang ke bawah. Ia dibawa ke Kisiizi, tapi keluarganya (karena terlalu miskin untuk membayar perawatannya), meninggalkan dia.

Di tempat lain, sepasang suami-istri lanjut usia di Inggris tidak makan siang pada hari Minggu, seperti biasanya. Uang makan itu rela mereka sisihkan dan dikirim beserta doa dan kasih untuk membantu membayar perawatan Samuel di Uganda. Di tempat lain lagi, saat dokter pulang ke negaranya untuk berlibur, ia berbicara di pertemua pagi di bekas sekolahnya waktu kecil. Sebuah pertemuan pagi yang tidak biasa bagi siswa ketika beberapa slide memperlihatkan anak seumur mereka yang nampaknya berasal dari planet lain. Foto Samuel tersenyum, walaupun ia cacat, dan berbaring di lantai tanah di gubuk keluarganya, dan tubuhnya hanya separuhnya bisa bergerak.

Anak laki-laki itu mengusulkan dan juga mengusahakan agar Samuel diberi kursi roda. Kasih pun mengalir, uang dikumpulkan, dan kursi roda baru pun dikirim untuk Samuel diiringi doa dan harapan. Pada mulanya nampaknya bodoh mengirim sebuah kursi roda ke sebuah tempat yang hampir tidak memiliki dataran yang rata. Tapi bagi Samuel ini berarti keadaannya berubah. Sekarang ia mau menatap wajah orang, memiliki wibawa, percaya diri, perubahan keadaannya! Ia menemukan bahwa ia dikasihi dan diperhatikan oleh keluarga Tuhan di seluruh dunia, dan ini mengubah segalanya bagi dia.

Baca : 1 Korintus 12:31-13:13
Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis
Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas
Jl. Pintu Air Raya Blok C-5 Jakarta
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax 021- 3522170
Twitter : @MedisPerkantas