Rabu, 02 September 2015

A Dangerous Belief

Indeed he was ill, near to death ... Philippians 2 : 27

Some of the greatest disasters i have ever seen in the lives of Christians have stemmed from mistaken beliefs. And not uncommonly these beliefs are concerned with healing-or rather with its failure to occur.

Tim was a Christian who must have been born running. His zeal was incredible. During his leadership of our hall Christian Union, some dozen residents gave their lives to Christ in as many months, and many Christians whose lives were tangled up got straightened out again.

There are many tremendously exciting days. Yet through it all i was very concerned for Tim himself, since his zeal and enthusiasm so often seemed to deviate from Scriptual teaching, a prime example being his fervent belief that no Christian should ever be sick, or even have any symptoms of disease. All sneezes, snuffles and sore throats had their source directly from Satan and could-and should-be instantly rebuked and removed in prayer.

It is true that we do read of many miraculous healings in the Bible (significantly though, i think, always of serous disease). But equally we read of those who mere not healed in such a way, so far as we can tell. Probably the best known example is that of Timothy, who was advised by Paul to take some medication for his stomach complaint (1 Tim 5:23). But it seems that Epaphroditus also had illness (from which he nearly died), and although we read that God had mercy on him and he survived, there is no indication that any instantaneour healing occured.

Tim discovered the great danger of his unbalanced belief in no uncertain terms when he attended wedding one weekend, and quite spontaneously his intestine perforated during the reception and he was admitted for emergency suggery. I went to visit him in hospital, and i remember the saddest thing about it all was not the sight of the drips and drainage tubes running in and out of every orifice, but the fact that his faith had suffered a severe blow from which it never recovered. Instead of listening to what the Lord was saying to him through this crisis, he didn't want to know anymore. I wept for him.

I firmly believe that God can and does heal today by a wide variety of means, including the miraculous. But we must always remember that he is the Lord, and we have no right to demand or presume upon his healing power. Let us beware of the danger of an unbalanced view of healing that ultimately brings only hurt and misery in its wake.

Further reading : Phil 2:25-30, 2 Cor 12:7-10
(The Doctor's Life Support)

Senin, 24 Agustus 2015

Dokter Gigi Go Green!

Demam "Go Green" ternyata tidak hanya merebak di kalangan LSM lingkungan hidup saja. Dokter gigi pun bisa berpartisipasi dalam menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup melalui pendekatan green dentistry. Intinya, dokter gigi perlu menggunakan bahan kedokteran gigi yang non-toksik, dalam praktik sehari-hari sehingga dapat mengurangi limbah dan tindakan invasif.

Pengolahan Limbah
Banyak dokter gigi tidak menyadari bahwa tempat praktik berpotensi menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. Misalnya, limbah merkuri dalam tambahan amalgam, air pembuangan, alat tajam, darah, jaringan, cairan X-rays dan lead foils, serta cairan pembersih (disinfectants). Oleh karena itu, dokter gigi harus ikut bertanggung jawab memelihara dan melindungi lingkungan. Di negara maju, seperti Amerika, masalah ini sudah teratur. Mahasiswa mendapat pengetahuan tentang limbah praktek dokter gigi yang bisa mengganggu kesehatan lingkungan. Selain itu, dokter giginya juga berkolaborasi dengan instansi yang terkait dalam program menjaga kesehatan lingkungan. Di Indonesia masalah pemeliharaan lingkungan diatur di pasal 1 UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang sayangnya masih belum diterjemahkan ke semua lembaga yang berkaitan. Tindakan yang harus dilakukan dokter gigi tidak sekedar mengelola amalgam dan bahan berbahaya yang dipakai. Masih banyak hal yang harus diperhatikan dikaitkan dengan masalah lingkungan limbah pabrik dokter gigi yang dapat membahayakan lingkungan.

Konsep Green Dentistry
Karen Anderson dan DR. Patel menyebutkan beberapa hal yang menjadi dasar konsep green dentistry, yaitu !) menjaga kebersihan air, 2) menjaga enerji, 3) mengurangi limbah, serta 4) mencegah polusi. Pengetahuan mengenai hal ini setara dengan masalah etika profesi yang sejak lama sudah diajarkan.

Limbah Toksik
Lmbah dari tempat praktek dokter gigi dapat berupa limbah infeksi dan limbah kimia. Keduanya berbahaya bagi lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Degenisi limbah infeksi menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah darah dan produk-produk darah, bahan tajam yang terkontaminasi, limbah patologis, serta limbah mikrobiologis.

Limbah kimia kedokteran gigi yang berbahaya, antara lain 1) limbah amalgam karena mengandung merkuri, 2) limbah bahan kimia untuk fiksasi, develpoer dan cleaner pada pencucian foto Rontgen, 3) limbah bahan sterilisasi alat karena mengandung alkohol, glutaraldehyde dan bahan berbahaya lain seperti ortho-phthaldehyde (OPA), serta 4) cairan bleaching dengan konsentrasi tinggi.

Mengurangi Toksik
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi limbah toksik. Salah satu yang utama adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan bahan tempat amalgam dan menggantikannya dengan bahan restorasi yang lebih aman. Penggunaan alat digital X-ray juga dapat mengurangi bahan toksik dari alat X-ray konvensional. Selain itu, perlu dipikirkan untuk membuat saluran pembuangan limbah yang baik dengan memisahkan limbah medik dari limbah non-medik. Masalah limbah kedokteran gigi juga tidak lepas dari limbah ruang kerja tekniker gigi yang meliputi acrylic, logam, gypsum, dll.

Penerapan Green Dentistry
Pelaksanaan green dentistry memerlukan keterlibatan berbagai lembaga, mulai dari lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, serta organisasi profesi. Lembaga pendidikan mempersiapkan calon dokter gigi menyadari konsep green dentistry dengan memberikan mata ajaran tentang persiapan praktek. Di dalam mata ajaran tersebut calon dokter gigi diajar mengenali pengelolaan praktek dokter gigi, mulai dari tata cara mempersiapkan kamar praktek, sistem pembuangan limbah, sistem perizinan, manajemen praktek, perlindungan pasien (patient safety), clinical pathway serta peraturan praktek.

Peraturan kesehatan lingkungan yang dikaitkan dengan perizinan tempat praktek harus jelas karena melibatkan berbgaia pihak, mulai dari perhimpunan di bidang kesehatan, dinas tata kota, lingkungan hidup serta warga masyarakat.

Tempat Praktek yang Aman
Saat ini, mempersiapkan tempat praktek yang aman terhadap lingkungan sudah merupakan keharusan. Pengetahuan tentang praktek yang aman terhadap lingkungan sudah disiapkan selama proses pendidikan, antara lain pemikiran terhadap perlindungan kesehatan pasien, dokter gigi serta asisten dokter gigi, limbah praktek dan lingkungan praktek. Pencegahan terhadap efek kerja alat-alat yang dapat membahayakan kesehatan juga harus diatur. Misalnya, efek high speed bur terhadap pernafasan, rambut. Selain itu sinar yang digunakan di bidang kedokteran gigi, baik langsung ke pasien maupun ke tenaga kesehatan, seperti sinar laser, blue light, sinar ultra violet, dan sinar bleachingm juga dapat mengganggu kesehatan mata.

Dikutip dari  :
Dentin, Majalah Kedokteran Gigi
Edisi Maret-April 2008

Yang Diberikan Yesus

Sesungguhnya kehidupan Kristen adalah kehidupan yang bahagia dan menyenangkan, asal kita rela dan pamrih di bawah pimpinan Roh Kudus.

Hidup sebagai orang Kristen bukanlah suatu kehidupan yang selalu gampang, menyenangkan dan enak. Bila kita menjadi Kristen karena mengharapkan kehidupan akan menjadi lebih gampang, enak dan selalu berhasil, maka kita akan kecewa. Itu sebabnya Yesus mTo receive Jesus Christ cost nothing. To follow Jesus Christ cost something. To serve Jesus cost everything. Kita harus berani membuang semua hal yang tidak berkenan kepada Allah, walaupun mungkin hal itu yang paling kita sukai, yang paling berharga, bahkan sampai mungkin yang menyakitkan sekalipun. Kita harus membuang semua kehidupan daging yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dan tidak mau kompromi dengan dunia. Mengingatkan pengikutNya bahwa  setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Mat.16, 24). Untuk mengikuti Yesus harus berani membayar dengan harga mahal.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Maz.128, 1). Biasanya orang Kristen yang kompromi dengan dunia akan menderita karena dia dalam situasi yang terancam. Di satu pihak dia ingin menikmati kehidupan daging, tetapi di pihak lain dia juga ingin mengikuti Allah. Satu kaki mau berpihak pada tempat kesenangan dunia dan kaki yang satu lagi pada kehendak Allah. Firman Tuhan mengingatkan kita, kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dam kepada Mammon (Ras 6, 24). Bila kita dalam situasi demikian, kita berada dalam suatu krisis iman

Dewasa ini, zaman dihadapkan dengan dua pilihan yang berbeda. Dunia menawarkan kepada umat manusia segala kemewahannya, yang bisa memberi kepada orang kesenangan daging yang sesaat. Sungguh pun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, menikmatinya serta tidak melepaskannya dan menahannya pada langit-langitnya namun berubah juga makanannya di dalam perutnya jadi bisa ular tedung di dalamnya (Ayub 20, 12-24). Dosa itu begitu menarik sehingga banyak orang tidak mau melepaskannya karena manisnya kenikmatan sesaat. Mereka merasakan betapa manisnya dosa, sehingga bila sehari saja tidak melakukan dosa mereka menjadi sangat ketagihan sama seperti orang yang sudah kecanduan kokain atau narkoba. Sehari saja tidak mendapatkannya, mereka merasakan badan menjadi gemetar dan gelisah. Mereka menjadi sangat terikat akan kejahatan dan kesenangan dunia. Padahal sudah nyata bahwa orang yang terikat dengan dosa, hidupnya tidak tenang, setiap saat dihantui oleh ketakutan, damai sejahtera Allah tidak ada pada mereka, tepat seperti tertulis dalam firman Tuhan; Pada waktu pagi engkau akan berkata : ah, kalau pagi sekarang. Karena kejut memenuhi hatimu dan karena apa yang dilihat matamu. (Ulangan 28, 67). Engkau tidak mendapat ketentraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu. Tuhan akan memberikan kepadamu di sana hatimu yang gelisah, mata yang penuh dengan rindu, jiwa yang merana (Ulangan 29, 65). Hidup terkatung-katung siang dan malam akan terkejut dan kuatir dala, kehidupan (Ulangan 28, 66).

Sebaliknya Tuhan Yesus memberikan bukan hanya kehidupan yang baik di dunia, tetapi juga kehidupan yang kekal, ada kelegaan (Mat.11, 28, 29); sukacita (Fil 4, 4); menjadi garam dan terang (Mat. 5, 13,14); menjadi kepala bukan ekor (Ulangan 28, 13); tidak kuatir dengan hidup ini (Mat.6, 25-33).

Ditulis oleh Prof. Dr. dr. Karmel L. Tambunan
dalam Majalah Samaritan No.3 (Agustus-Oktober 2000)

Jumat, 21 Agustus 2015

Siapa Yang Dapat Seperti Dokter Lukas?

Dokter Lukas adalah dokter pada abad pertama, dia orang Yunani yang mempunyai reputasi sorgawi. Dokter Lukas menulis 2 buah buku, dalam perjanjian baru yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Tulisannya ditujukan kepada Teofilus. Lukas adalah seorang dokter yang sangat teliti dan cermat. Hal ini nyata melalui tulisannya yaitu : "... Setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu, dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk menuliskannya kepadamu" (Lukas 1:3)

Lukas menulis segala sesuatu berdasarkan fakta yang dikumpulkannya. Menegakkan diagnosa adalah mengambil kesimpulan dari kumpulan data yang akurat. Ketelitian dan kecermatan dalam data dan fakta serta menyimpulkan dengan benar adalah ciri seorang dokter Kristen. Ketelitian tentu tidak datang begitu saja, tetapi lahir dari suatu disiplin yang terus menerus. Dokter Kristen juga dipanggil untuk meneliti dan menulis dengan baik.

Sisi lain dari Dokter Lukas ialah pendekatannya kepada pasien yang melayani manusia secara utuh (Total care). Ketika Tuhan Yesus membangkitkan seorang anak perempuan, Lukas mencatat, "Beri dia makan". Lukas memperhatikan perkara-perkara yang kecil secara detail. Sebaliknya ciri dokter yang buruk adalah malas dan tidak tertarik dengan perkara yang detail. Seseorang dapat saja sangat pintar dalam bidangnya, tetapi dia tidak memperhatikan dalam keperluan mendasar dari pasien maka ia bukanlah dokter yang baik.

Tuhan Yesus sangat memperhatikan anak-anak, ibu-ibu, orang lemah, miskin dan orang kecil yang tidak masuk hitungan dunia ini. Hal ini juga nyata di dalam hubungan dokter Lukas dengan Paulus, Lukas tetap setia mendampingi dan melayaninya walaupun banyak orang telah meninggalkan Yesus. Dalam suratnya Rasul Paulus menyebut Lukas 3 kali. Petama dalam Kolose 4:14, Paulus menyapanya dengan Dokter yang terkasih. Paulus sangat menghargai dokter Lukas karena kasihnya dan pelayanannya. Paulus yang penuh dengan penderitaan dan sakit-sakitan sangat memerlukan pelayanan seorang dokter seperti Lukas. Pujian bagi Lukas bukanlah suatu pujian yang kosong. Lukas adalah contoh wajah dokter Kristen. Lukas sudah meneladani Tuhannya.

Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus menyapa Lukas sebagai kawan sekerja. Kalau kita mempelajari kualitas pelayanan, pekerjaan, penderitaan, ketekunan, semangat, kesetiaan Rasul Paulus di dalam mengabarkan Injil; dia mengatakan dia menjadikan dirinya hamba dari semua orang, supaya dia boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Lukas adalah kawan sekerjanya, maka kualitas pekerjaannya menyerupai Paulus. Lukas adalah anggota tim PI Paulus. Yang ketiga, Paulus menulis dalam 2 Tim 4:11 "Semuanya meninggalkan saya, kecuali Lukas". Dalam keadaan yang sulit di akhir hidup Paulus, walaupun semua orang meninggalkannya, namun dokter Lukas tetap setia.

Dokter yang menyerahkan hidup untuk Tuhannya, memang dokter yang rela mengambil resiko. Memberi perhatian yang dalam dan tetap berteman setia pada seseorang pesakitan seperti Rasul Paulus pada zaman itu bukanlah suatu perkara yang mudah. Dokter Lukas rela membayar harga mahal melayani orang aneh yang ditangkap Penguasa seperti Paulus. Ia setia dan tidak melarikan diri dari kesulitan dan penderitaan yang dihadapi. Lukas bukan dokter yang mencari gampangnya saja. Dokter-dokter sering melarikan diri dari kesukaran mengobati pasien. Pasien yang sudah terminal sering kurang mendapat pelayanan karena mereka berpikir tak ada lagi yang bisa dilakukan, tidak menguntungkan dan membuang waktu. Namun pertanyaannya sekarang, seberapa banyak dokter Kristen yang dapat menjadi seperti dokter Lukas di tengah zaman dengan banyak "allah"/pseudogod yang menggiurkan?

Dikutip dari makalah dr. Darmawan SP,alm
(Profil dan Tantangan Dokter Kristen serta Bahaya Sekularisme)

Dirgahayu 70 Tahun Indonesia Merdeka

Bertepatan dengan perayaan 70 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Alangkah baiknya jika kita merenung melihat kondisi bangsa kita. Kita mungkin bertanya-tanya apa pengertian yang tepat untuk kemerdekaan saat ini. Dulu, kita mudah mengartikan kata “merdeka” karena kita berhadapan dengan penjajah yang telah bercokol menguasai negara ini. Sekarang, setelah kita tidak lagi dijajah oleh bangsa lain, apakah kita betul-betul sudah merdeka? Ternyata tidak. Kita masih menghadapi penjajahan dalam bentuk berbeda, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Masih banyak warga masyarakat yang terpaksa makan nasi aking untuk bertahan hidup. Tidak sedikit pula dari mereka yang buta huruf dan tidak mendapat pendidikan layak. Inilah potret masyarakat kita hari ini. Semua ini terjadi karena keserakahan manusia yang mengambil apa yang bukan miliknya untuk memperkaya diri sendiri dan karena ketidakpedulian di antara sesama anak bangsa.

Selain membutuhkan kemerdekaan secara fisik dari kemiskinan dan kebodohan, kita juga memerlukan kemerdekaan dari perhambaan dosa. Tuhan Yesus berkata:“Sesungguhnya, setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa”. (Yohanes.8:34b). Hamba harus taat kepada tuannya. Bila dosa menjadi tuan atas hidup seseorang, orang itu akan menuruti dan melakukan kehendak tuannya, yaitu berbuat dosa. Perbuatan dosa itu nyata dalam keserakahan manusia, cinta akan uang, tidak mau mengenal Tuhan, tidak peduli kepada orang lain, dan sebagainya. Karena itu, bagi setiap orang yang ingin mengalami kemerdekaan sejati dan dibebaskan dari perbudakan dosa, tidak ada jalan lain selain datang kepada Kristus Yesus dan tinggal dalam firman-Nya. Tuhan Yesus berkata: “Jika Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka”. 

Karena kita anak Tuhan, kiranya kemerdekaan bangsa bisa kita isi dengan memberi kesaksian pribadi dengan tingkah laku, dan katakata bahwa jiwa kita juga sudah dimerdekakan oleh penebusan Yesus Kristus. Seperti tertulis dalam Yesaya 60:1-2 "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu."
Umat Tuhan seharusnya memiliki Visi Kerajaan yang hidup dan tidak abstrak sehingga keberadaanya di suatu negeri bukan sekedar pelengkap namun berfungsi menjadi GARAM dan TERANG.

Tangal 17 Agustus 2015, kita memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70, usia yang tidak muda namun masih dililit perbudakan seperti korupsi, kemiskinan, narkoba, mental budak, nasionalisme yang semu, pertikaian politik degradasi moral, dan sebagainya. Beberapa pendiri bangsa dengan jiwa kepahlawanan yang menakjubkan pada era kemerdekaan tahun 1945 diantaranya adalah anak-anak Tuhan yang soleh dan terhormat. Biarlah usia kemerdekaan yang ke-70 ini akan diwarnai dengan gerakan Umat Tuhan dalam semangat kepahlawanan serta rasa kebanggaan dan cinta tanah air akan bermunculan dimana-mana di seluruh Nusantara. Sehingga Umat Tuhan muncul sebagai bintang-bintang terang yang bersinar serta menjadi warga negara kelas VIP di lingkungannya.
 Yesaya 29:10 : "Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini." Dalam mengisi Kemerdekaan RI ke-70 pada tanggal 17 Agustus 1945 dan mengusahakan kesejahteraan di lingkungan/kota kita masing-masing. Seperti sajak yang tertuang dalam puisi Perahu Retak oleh Romo Mahendra Christy Pr :
Sebagai pelajar, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan prestasi.
Sebagai guru, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan menularkan ilmu setotal dan setulus untuk pelajar.
Sebagai dokter, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang miskin dan tak mampu.
Sebagai petani, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan menanam dan menghasilkan padi terbaik untuk warga.
Sebagai abdi Negara, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan melayani masyarakat dengan ramah.
Sebagai orang beragama, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan toleransi dan menjaga kerukunan beragama.
Sebagai warga Negara yang baik, kita menjujung PANCASILA dan UUD 1945 sebagai dasar Negara kita.
Sebagai tokoh agama, kita bisa mengajak, mengajarkan ajaran iman yang baik
Dan sebagai orang beriman, kita semakin memohon dan berserah total kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tugas kita adalah menambal retakan perahu negeri. Agar, perahu negeri kita tidak tenggelam dan mati.
Merdeka!
Tuhan memberkati.

Senin, 10 Agustus 2015

Apakah Upah Kita?

Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain.-Daniel 5:17

Siapa di antara kita yang tidak suka penghargaan? Ada rasa puas ketika kita dipuji atau diberi penghargaan, dan hanya orang aneh saja yang tidak suka dipromosikan! Apakah sebagai perawat, dokter atau pengelola, sistem kesehatan mendorong upaya kita untuk menaiki jenjang profesi. Sikap bersaing pun sering nampak di lingkungan gereja, Alkitab mendorong orang Kristen untuk bersemangat; bekerja keras; untuk merebut hadiah dan memenangkan pertandingan. Bisa saja kita memusatkan perhatian pada bagian ini ketimbang bagian-bagian lainnya yang menyuruh kita untuk rendah hati sambil menunggu pimpinan Allah.

Desakan untuk berkompromi kita alami dalam berbagai bentuk. Godaan itu bisa berupa mengikuti arus dalam menghadapi masalah etika, atau menuntut hak profesional kita bukannya mempertimbangkan kesejahter
aan pasien. Kalau kita bersikukuh seorang diri menghadapi pandangan mayoritas yang berbeda, mungkin kita akan kehilangan baik penghargaan yang nyata maupun popularitas.

Namun, Daniel menolak untuk dirayu dengan kebanggaan atau hadiah. Waktu itu mungkin banyak orang akan cepat mengambil kesempatan untuk dijadikan kaya oleh Belsyazar, tapi Daniel tidak bisa dibeli. Ia memang menerjemahkan tulisan misterius di tembok itu, tapi ia tidak mau mengambil keuntungan dari situ. Akhirnya sebagai hadiahdari Allah, ia dipromosikan.

Mengarahkan tujuan semata untuk menonjol dalam profesi akan mengancam hubungan keluarga dan keterlibatan kita dalam gereja. Kita harus belajar berkata, "Berikan penghargaanmu kepada orang lain." Tuhan Yesus menolak tawaran iblis untuk menjadi terkenal dan memiliki kemewahan dunia dengan hikmat dan kekuatan dalam Firman Allah (Mat 4:1-11). Seandainya Ia goyah, kita tak mungkin mempunyai harapan atau kebahagiaan yang sejati. Namun sekarang, "Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima warisan yang menjadi upahmu. Kristus adalah Tuan dan kamu hamba-Nya" (Kol 3:24)

Baca : Daniel 5 : 16-31


Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Senin, 03 Agustus 2015

Keajaiban Tuhan Dalam Penyediaan

Allah yang akan menyediakan ... - Kejadian 22 : 8

Tuhan tahu apa saja kebutuhan kita, dan meskipun upahku kecil, Ia telah memenuhi kebutuhanku. Suatu ketika aku harus pindah ke tempat tugas lain. Aku tidak memiliki uang yang cukup untuk menyewa sebuah kamar. Kebanyakan sewa kamar lebih besar daripada uang yang kumiliki. Tapi ketika aku sedang mencari-cari, seorang pengusaha Kristen menawarkan sebuah kamar dengan cuma-cuma termasuk makanan. Dan aku diperlakukan seperti anggota keluarga.

Pada kesempatan lainnya, seorang kawan Kristen meminjamkan sebuah rumah di pusat kota, tanpa bayaran sama sekali. Rumah ini akhirnya menjadi rumah misi kesehatan, dimana para dokter dapat berbagi dan menguatkan satu sama lain. Aku juga menggunakan rumah itu sebagai tempat pelatihan bagi  para dokter muda. Tuhan telah memanggilku untuk melatih mereka tanpa memungut biaya. beberapa di antara mereka akan dikirim ke daerah-daerah terpencil, dan aku tahu apa yang akan mereka hadapi di tempat seperti itu.

Suatu ketika, saat aku tidak punya tugas khusus dan pada saat bersamaan sangat membutuhkan dana agar dapat menghadiri konferensi regional ICMDA, secara tak terduga aku diminta untuk menggantikan tugas seorang dokter yang sedang cuti. Dari tugas ini akhirnya aku mendapatkan uang yang kubutuhkan. Biaya mengurus visa dan transportasi pun terpenuhi secara luar biasa pada waktu yang tepat. Indah sekali!

Terkadang aku berpikir untuk mendapatkan uang dengan cara yang mudah, misalnya bergabung dengan suatu rumah sakit swasta atau perusahaan, tapi jawaban Tuhan sampai saat ini yaitu berbakti di kalangan pemerintah. Aku mengerti mengapa anyak orang Kristen lebih suka buka praktik pribadi, karena sangat sulit untuk bekerja dengan dedikasi dan integritas yang tinggi dengan upah pemerintah semata. Tapi, jika tujuan kita hanya untuk memperoleh penghasilan besar, maka kita dapat melupakan rencana Tuhan bagi hidup dan karier kita. Kenyataannya, dengan bekerja keras dan menunggu pimpinan Tuhan, akhirnya aku dipromosikan ke sebuah jabatan tinggi di bidang pekerjaan yang kusukai. Kelihatannya hal ini tidak akan mungkin terjadi, tetapi rencana-rencana-Nya sangatlah cemerlang! Dialah Penyedia segala kebutuhanku.
Baca : Mazmur 46; Filipi 4 : 19

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Senin, 27 Juli 2015

Thomas Sydenham, Hippocrates Bangsa Inggris

Sebab kepada yang seorang Roh memberikan ....karunia untuk menyembuhkan 
(1 Korintus 12 : 8-9)

Sejarah bergantung pada peristiwa-peristiwa. Tak terkecuali sejarah dunia kedokteran. Saat lnggris berada pada masa perang, keluarga Sydenham bukan hanya sebuah keluarga yang terkemuka tetapi iuga kaum puritan yang dengan raiin berpegang teguh pada peraturan-peraturan tata susila. Thomas Sydenham (1624 - 1689), sama seperti saudara -saudara laki- lakinya, ikut berperang. Selama peperangan itu suatu peristiwa terjadi, yang mengubah sejarah kedokteran. Di suatu saat yang dramatis, seorang Royalis (pengikut kerajaan lnggris) yang mabuk memasuki ruang tidur Thomas dan menodongkan pistol di dadanya. Senjata itu meletus dengan letusan yang kuat dan Thomas tidak terluka. Keberuntungan bagi dunia ilmu kedokteran, karena rupanya si pembunuh mabuk pada saat itu secara tidak sengaja menggerakkan tangan kirinya ke depan senjatanya dan letusan itupun menghancurkan tangannya sendiri dari pada mengenai jantung Thomas.
Thomas Sydenham pun terluput dari kematian dan kemudian hari menjadi "Hippocrates Bangsa lnggris". Ia mencapai puncak karirnya di masa-masa tidak sfabil. Ia baru saja masuk ke Magdalen Hall pada tahun 1642, mungkin bermaksud unluk mempelajari ilmu kedokteran ketika perang meletus antara Palemen dan raja. Pendidikan Sydenham menjadi kacau. Setidaknya dua kali ia masuk dan keluar dari dinas militer tersebut. Satu kali ia ditinggal dalam keadaan hampir mati di medan perang. Dalam petisinya ia menulis, bahwa ia harus mencucurkan darah yang banyak untuk memperoleh bayaran kembali terhadap hutang kepada saudaranya yang terbunuh di medan perang. Dalam Exeter 1 643 ia ditangkap kaum Royalis dan dipenjarakan selama sembilan bulan. la sangat memusuhi kaum Royalis ini, tidak hanya karena salah seorang dari mereka pernah hampir membunuhnya, tetapi juga pimpinan Royalis membunuh ibunya secara biadab pada tahun berikutnya.

Pulang ke rumah setelah perang untuk pertama kali, Thomas bertemu dengan Dr. Thomas Coxe yong merawat salah satu saudara laki-lakinya yang terluka pada saat perang. Coxe menyarankan dan mendorongnya untuk belajar kedokteran. Thomas setuju meskipun tanpa semangat dan kembali ke Magdalene Hall tahun 1647. Studinya sama sekali tidak berjalan mulus sebelum akhirnya ia lulus dalam bidang kedokteran karena perintah dari Earl of Pembroke pada tahun I 948. Standar pendidikan kedokteran begitu rendah sehingga perintah seorang Earl bisa menghasilkan seorang dokter yang tanpa pengetahuan dan ketrampilan medis. Dalam hal ini berarti Sydenham bisa menjadi dokter militer. la tinggal di universitas selama beberapa tahun lagi, tahun-tahun yang diselingi oleh tugas kemiliterannya yang kedua, sebelum mengambil praktek kedokteran di London. Oleh karena belajar yang sporadis, ia tidak bergaul banyak dengan pengetahuan medis yang tua dan tidak akurat yang terdapat dalam buku-buku pada waktu itu. Keadaan ini melindunginya dari banyak kesalahan dan memaksanya untuk mengandalkan pengamatan dan kecerdasannya, yang kurang lebih sama artinya dengan pengembangan ilmu kedokteran.  

Tahun 1655, sang mahasiswa yang penuh harapan ini mulai praktek sendiri dan menikah dengan modal 600 poundsterling yang dipinjamkan parlemen untuk "membayar utang" karena saudaranya yang meninggal di medan perang. Ia sempat berusaha terpilih untuk duduk di parlemen. Gagal dengan upayanya tersebut, ia menerima pekerjaan yan disebut “comptroller of the pipe” yang memudahkannya dalam hal keuangan, yang mencukupinya untuk melanjutkan studi kedokteran secara serius. Ia mengadakan perjalanan ke Montpellier, Perancis untuk mengikuti kelas-kelas kedokteran. Usahanya ini mengantarnya memperoleh suatu penghargaan dari Royal College of Physician di tahun 1663, walaupun dia sendiri belum menjadi dokter sepenuhnya hingga tahun 1676.

Namun jauh sebelum diakui itu, kejeniusannya membawanya menjadi termasyhur. Selama musim wabah di tahun 1665 Sydenham menulis dan mempublikasikan bukunya yang pertama berjudul Methous Curandi Ferbes, sebuah buku yang sangat berpengaruh. Di masa itu lusinan penyakit terjadi dikarenakan ooleh satu nama yaitu “fever”. Sydenham dengan pengamatannya yang teliti mampu membedakan macam dan rinci penyakit-penyakit tersebut.. “Dalam menulis…sejarah alamiah penyakit, maka setiap hipotesis filosofis harus dikesampingkan dan manifestasi serta gejala harus dicatat dengan tingkat keakuratan sepenuhnya”. Ia menekankan bahwa “gejala yang ganjil dan konstan” umum bagi penyakit yang sama, tidak peduli pada siapa itu ditemukan. Dari pada menganggap penyakit adalah suatu ketidakseimbangan dari satu “humors” seseorang, ia mulai mencari dan menggambarkan sejarah alamiah dari penyakit. Penyakit mungkin menyerang kelemahan seseorang tetapi pada akhirnya dokter harus memerangi setiap penyakit dengan metode yang tepat untuk itu. Meskipun manusia punya respon yang berbeda terhadap penyakit, namun sesungguhnya penyakit-penyakit tersebut jelas berbeda.

Cukup banyak dokter yang merasakan pengaruh dibalik pendekatan baru Sydenham yang mendominasi metode kedokteran di abad ke 18, antara lain Hermann Boerhaave (1668-1738), seorang dokter Belanda yang termasyur yang senantiasa mengangkat topi setiap kali mendengar nama Sydenham disebut. Deskripsi Sydenham yang jelas mengenai sejumlah penyakit dengan cepat dapat diterima oleh sejawatnya di Eropa, kecuali saingannya di Inggris. Semakin bertambah jumlah dokter yang menyumbangkan deskripsi yang pasti mengenai penyakit yang spesifik. Pada saat seorang dokter datang ke tempat tidur pasien, maka ia mengupayakan dan terutama membuat diagnose. Ini akhirnya menjadi suatu standard dalam praktek kedokteran.
Sampai pada akhir masanya Sydenham senantiasa menjadi orang yang praktis ketimbang teoritis. Sepertinya ia tidak sepenuhnya menyadari imolikasi dari penemuan-penemuannya. Misalnya, ia tidak sepenuhnya meninggalkan pandangan Hippocratic bahwa penyakit disebabkan oleh humors, sebuah teori yang “diledakkan” oleh Johannes Baptista van Helmont (1579-1644). Bagi Sydenham hasil lebih berarti dari pada teori sehingga ia memegang teori-teori Yunani kuno ini dan juga miliknya sendiri tanpa  merasa ada kontradiksi diantaranya.

Thomas Willis (1621-1675), seorang kontemporer yang hampir sama dalam beberapa hal lebih ilmiah dalam pendekatannya terhadap masalah medikl. Ia sedikit lebih maju dari Hippocrates dibandingkan dengan Sydenham, tetapi pengamatan Sydenham yang teliti memberikan penelitiannya terhadap demam ini lebih awet dari pada penelitian Wilis. Terhadap hasil penelitian Sydenham ini kita berhutang, teruta,a, pengenalan akan pil kina dan laudanum dalam ilmu farmakologi Inggris. Istirahat di tempat tidur, udara segar, puasa (diet) merupakan perawatan yang umum dianjurkan untuk purging, bloodletting atau steam cures.

Diantara teman-teman dekat Sydenham terdapat seorang yang baik hati seperti Robert Boyle (1627-1691) dan filsuf John Locke (1632-1704). Kepada kedua temannya ini ia menulis suatu deskripsi yang hidup mengenai kalkulus (batu-batu) dan encok yang sangat dideritanya. Sama seperti kedua temannya ini, Sydenham juga seorang Kristen, dan nampaknya ia mengajarkan implikasi medisnya dari inkarnasi. Selembar dokumen menggambarkan pandangannya. Kristus, dengan menjadi manusia menunjukkan betapa bernilainya tubuh manusia, pikirnya, oleh karena itu dunia kedokteran, dengan menyembuhkan manusia, yang serupa dengan Kristus, bisa dan harus melayani kemuliaan Allah. Ia mengingatkan para dokter bahwa mereka juga bersifat tidak kekal dan akan mempertanggungjawabkan profesi medis mereka pada saat penghakiman terakhir.

Jejak kesalahannya yang nampak merupakan suatu ledakan kepahitan terhadap para musuhnya. Melawan kelemahan ini, ia menyeimbangkan perhatiannya yang sejati terhadap para pasiennya dengan mengunjungi mereka secara pribadi, terkadang ditemani Boyle atau Locke. Ia memberikan bantuan medis yang nyata bagi kaum miskin, sesekali ia meminjamkan kudanya untuk pasien yang butuh menunggang kuda untuk kesehatannya. Ia seorang saleh yang menganut ajaran puritan dengan kuat. Dengan teladan Kristus di hadapannya ia mencari dengan sungguh-sungguh dan hati-hati untuk membuat kehidupan sesamanya lebih baik.

Sejarah bergantung pada peristiwa-peristiwa. Kita diberkati dengan luputnya Sydenham dari peristiwa penembakan semasa perang saat itu.


Sumber :

Graves D., dalam Smaritan Edisi 3 Tahun 2007
Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas
Jl. Pintu Air Raya Blok C-5 Jakarta
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax 021- 3522170
Twitter : @MedisPerkantas