Senin, 01 Februari 2016

Spesialis Kasus-Kasus Mustahil

Banyak orang lain yang datang dari seluruh Udea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; ... Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. - Lukas 6:17-19

San Tabib Agung nampaknya spesialis kasus-kasus mustahil. Di antara begitu banyak pasien, Ia tentu menyembuhkan banyak penyakit rutin, namun pada hakikatnya semua kondisi spesifik yang disebutkan dalam Injil dapat memenuhi syarat sebagai kasus mustahil pada zaman itu : orang buta, tuli, bisu, lumpuh, bahkan mereka yang sakit kusta.

Ada juga pasien yang benar-benar Dia bangkitkan setelah mati : anak perempuan Yairus dan anak laki-laki janda dari Kota Nain. Tapi kasus paling musthail yang dihadapi dihadapi sang Tabib Agung tentunya Lazarus. Tidak seperti anak perempuan Yairus, atau anak laki-laki sang janda, Lazarus telah mati dan dikubur begitu lama hingga ia mulai membusuk. Kasus yang mustahil bagi seorang dokter! Namun inilah jenis keadaan yang dinantikan Tuhan Yesus untuk menunjukkan kuasa Allah.

Bila kita ingin mencapai hal-hal mustahil yang Allah ingin kita lakukan, umat Kristen saat ini perlu melakukan pekerjaan dengan lebih baik secara bersama-sama. Juga, untuk kekuatan melakukan hal yang mustahil, kita perlu menggunakan kekuatan doa. Dan terakhir, bila kita ingin melihat Allah mengerjakan yang lebih banyak mustahil melalui kita, kita perlu ingat apa yang telah Allah lakukan dalam hidup kita. Ingat juga apa yang dikatakan sang Tabib Agung kepada para dokter"-Nya, atau pengikut-Nya, tidak lama setelah Ia membangkitkan Lazarus :"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu" (Yoh 14:12)

Baca :
Markus 5:18-20; Lukas 7:1-17; Yohanes 11:17-27

Dikutip dari : Sumber Hidup Praktisi Medis

Bagaimana Bila Semuanya Menjadi Kacau?

Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya... - Kisah Para Rasul 26 : 32

Keputusan Paulus tidak diragukan kebenarannya. Dengan diarahkan Roh ia berencana berkunjung ke Roma (Kis 19:21) namun semuanya berjalan kacau. Ditangkap di Yerusalem karena kesalahpahaman total (Kis 21:28-29), ia menjadi objek siasat kotor dan bahkan dipenjarakan secara tidak adil selama 2 tahun di Kaisarea. Dan, ironisnya, tanggapan yang adil akhirnya diberikan namun terlambat. Keputusan Agripa berpihak kepadanya : "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara" (Kis 26:31). Apakah Paulus telah membuat kesalahan besar? Mungkinkah ia telah telah pergi ke Roma dan Spanyol sebagai orang bebas sebagaimana yang direncanakannya semula?

Tapi rencana Paulus tidak pernah akan dapat terwujud. Ia pasti akan dibunuh di Yerusalem bahkan sebelum ia memulai. Rencana Tuhan lebih baik. Ia sebenarnya memakai para penangkap Paulus untuk menyelamatkan nyawanya, untuk memudahkan pekerjaannya dan menjamin penyebaranInjil ke barat. Lima kali orang-orang Roma telah menyelamatkannya dari kematian! Mereka memberinya perjalanan yang cuma-cuma dan aman, sangat berbeda dari perjalanan-perjalanan misinya. Bahkan mereka menjamin tempat tinggal yang aman selama empat tahun, dimana teman-teman dapat dan pergi sebebasnya, dan Paulus bebas memberitakan Injil, mengajar dan menulis tanpa dirintangi atau diganggu (Kis 24:23; 28:26-24, 30-31).

Apakah anda cemas mengenai ketidakadilan dalam pemberian jabatan kerja; mengenai kecurangan dan sikap pilih kasih; mengenai hal-hal jahat dan tidak benar yang dikatakan orang? Apakah anda takut rencana Allah bagi hidup anda sedang dirusak? Rencana kita mungkin tidak terwujud, namun rencana Allah pasti terjadi.

Jiwa yang telah belajar bersandar pada Yesus
Ia tak akan, Ia tak mungkin menyerah pada musuhnya.
Jiwa itu walau seluruh neraka berikhtiar mengguncang,
Ia tak akan, tidak pernah, tidak akan pernah tinggalkan.
Richard Keen (1787)


Disadur dari The Doctor's Life Support, 1994)

Senin, 25 Januari 2016

Oleh Kehendak Siapa?

Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi ... -Bilangan 22:22


Bileam menanyakan kepada Allah suatu pertanyaan langsung : haruskah ia pergi dengan pesuruh-pesuruh Balak? Jawaban yang diberikan jawaban yang sama langsungnya, "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka". Reaksi seketika Bileam tegas dan benar dalam perkataannya kepada orang-orang Balak, "Pulanglah ... sebab Tuhan tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu." Namun perlahan-lahan pertahanannya melemah, pertimbangan-pertimbangan baru membawa perubahan; nampaknya Allah telah mengubah pikirannya, sehingga Bileam pergi dengan pesuruh itu.


Akibatnya :
  1. Murka Allah terkobarkan karena ia pergi
  2. Allah, yang tadinya tuan dan penuntunnya, kini menjadi lawannya
  3. Allah menggiringnya ke dalam situasi yang mustahil, tidak ada jalan maju dan tidak ada jalan ke kiri atau ke kanan
  4. Lalu, seperti umumnya terjadi, Bileam yang frustasi mulai melampiaskan emosinya pada korban yang tak bersalah atas ketidaktaatannya sendiri
  5. Saat dinyatakan bersalah oleh Allah, Bileam menyesali apa yang dilakukannya, namun ia tidak dapat berbalik
  6. Bileam telah belajar melalui pengalaman pahit. Pelajaran ini mahal serta menyita waktu, dan ia tidak mendapat apa yang diharapkannya.
Ada sejumlah perintah yang jelas dalam Firman Tuhan. Bila Ia berkata "Jangan lakukan itu," kita bodoh bila mengharapkan Ia akan membantah diri-Nya sendiri atau memberi pengecualian kepada ita. Bila ia telah menyatakan kehendaknya dengan jelas dalam hal yang tidak secara eksplisit diuraikan dalam Firman-Nya, kita tidak dapat mengharapkan tuntunan yang lebih jauh atau berbeda. Bila kita mengharapkannya, kita mungkin harus menerima jawaban bukan yang terbaik atau pendapatkan, seperti bangsa Israel bahwa "Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya penyakit paru-paru di antara mereka" (Mzm 106 : 15).

C. S. Lewis berkomentar bahwa pada akhirnya ada 2 jenis orang : "Mereka yang berkata kepada Allah, 'Jadilah kehendak-Mu', dan mereka yang kepadanya Allah berkata, 'Jadilah kehendakmu'".

Baca : Bilangan 22-24

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Persahabatan Kristen



Aku ingin sekali melihat kamu ... supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama ... --Roma 1:11-12





Persahabatan di antara orang Kristen adalah salah satu pemberian terbesar Allah, di dalamnya terdapat dorongan semangat, dukungan, persekutuan dan nasihat antara satu dan yang lainnya. Kita perlu mempertimbangkan peran orang Kristen lainnya dalam hal tuntunan.

  1. Contoh. Walaupun mengambil pelajaran dari contoh dan pengalaman orang lain, jangan coba-coba menirunya. Rencana Tuhan bagi hidup anda tidak sama dengan mereka. Jangan dipaksa, atau memaksa diri sendiri disesuaikan dengan pola hidup mereka.
  2. Nasihat. Nasihat sahabat-sahabat Kristen dapat menjadi tidak ternilai. Semangat Paulus mungkin dapat menimbulkan kegemparan amfiteater Efesus, yang membuat dia mendapat kesulitan yang tidak perlu. Para murid dan teman-teman yang berpengaruh membujuk Paulus untuk mencegahnya. Orang Kristen yang berkecimpung lebih lama dalam praktis medis dapat menilai kemampuan kita lebih baik dari pada kita sendiri, memberi saran mengenai kesempatan-kesempatan, dan memberi tahu kita bagaimana cara mencapai apa yang kita percayai sebagai kehendak Allah. Penasihat yang bijak akan selalu mendorong kita untuk melihat kepada tuntunan Tuhan.
  3. Tanggung jawab final/. Garis antara menarik manfaat dari pengalaman dan nasihat orang lain, dan membiarkan orang lain menentukan masa depan bagi kita sangatlah tipis. Dalam Kis 21, kita membaca tentangpara murid yang telah diberi tahu Roh Kudus tentang bahaya yang menanti Paulus di Yerusalem, menegaskan apa yang ia ketahui. Beberapa orang mencoba mencegahnya pergi, namun Paulus tetap maju. Ia yakin akan tuntunan Tuhan dalam hal itu. Saat para penasihat gagal membujuknya, dengan bijak mereka berhenti mendesaknya, malah mereka, dengan semua teman yang lainnya, menyerahkan Paulus dan kawan seperjalanannya kepada Allah dalam doa.
Doa :
Tuhan, aku berterima kasih atas janji-Mu bahwa pengikut-pengikut-Mu tidak akan berjalan dalam kegelapan. Jadikan aku cukup rendah hati untuk menerima nasihat, sekaligus cukup bijak untuk membedakan antara kehendak-Mu dan pendapat manusia semata.

Baca : KPR 20:22-25; 21:3-15

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Sumber Hikmat

Kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita... 1 Korintus 1:30

Injil Kristus menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mempunyai saudara-saudara laki-laki dan perempuan (Mrk 6:3). Kita diberi tahu bahwa saudara-saudara laki-laki-Nya tidak percaya kepada-Nya (Mrk 3:21). Fakta bahwa Tuhan Yesus akrab dengan pertentangan, meski bukan permusuhan sebenarnya, di dalam keluarga-Nya sendiri seharusnya membesarkan hati setiap pengikut-Nya yang memiliki kesusahan yang sama pada masa kini.

Nampaknya pertobatan saudara-Nya, Yakobus, terjadi pada atau sesaat setelah kebangkitan-Nya. Segera Yakobus, yang terkenal hikmatnya, menjadi pemimpin terhormat jemaat Yerusalem. Saat ia menulis dalam suratnya mengenai hikmat sebagai anugerah Allah, ia benar-benar tahu apa yang dibicarakannya. Konteksnya adalah tentang "berbagai-bagai pencobaan" (Yak 1:2-5). Godaan untuk menyerah terhadap pencobaan sama akrabnya bagi John Bunyan saat ia menulis Pilgrim's Progress seperti juga bagi kita masa kini.

Kita tentutnya menghadapi kesusahan hampir setiap hari. Kesulitan sosial, kesulitan moral, kesulitan etis, kesulitan klinis-Yakobus menyebutnya, "berbagai-bagai pencobaan". Apa sarannya dalam menanggapi pencobaan-pencobaan demikian? Pertama-tama jangan membencinya, tapi justru berbesar hatilah karena sesuai maksud Tuhan Yang Mahakuasa, pengalaman-pengalaman demikian justru mengembangkan ketekunan. Kedua, bila itu membuat kita sadar akan kebutuhan kita atas hikmat Ilahi, Yakobus meyakinkan kita bahwa hikmat itu akan diberi Allah dengan murah hati.

Jika kau hendak menang dan tak binasa, 
majulah penuh iman : ikutlah Raja!
Tak takut, tak sesal, tak mundur sejengkal:
ke Kota yang Kekal, ayo musafir.
Jon Bunyan (1628-1688), terjemahan Yamuger

Baca : Mazmur 2; Yakobus 1:2-8

Rabu, 20 Januari 2016

Budak, Namun Melayani Kristus

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhan-lah kamu akan menerima warisanyang menjadi upahmu. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. (Kolose 3:22-24)

Hidup dapat dengan mudah nampak seperti perbudakan ketika "tuan-tuan duniawi" menerapkan tuntutan-tuntutan yang tidak wajar dan semakin menekan. Namun, di atas semuana itu kita melayani Tuan Surgawi kita karena "Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya". Sebagai pengikut Tuhan Yesus, kita akan "melaksanakannya dengan segenap hati kita" dalam bangsal-bangsal rumah sakit. Lebih daripada itu, kita akan berjuang untuk mengasihi dan melayani pasien, dan hal itu membutuhkan waktu.

Ingat, Tuhan Yesus pernah dicobai seperti kita dan Dia harus mengambil keputusan-keputusan berat mengenai pemakaian waktu, apa yang tidak akan dilakukan daripada memilih apa yang akan dilakukan. Berkata "tidak" mungkin lebih sulit daripada selalu berkata "ya", namun justru lebih menolong. Dalam hidup, hal yang harus dilakukan selalu lebih banyak dari kemampuan kita. Namun karena "Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya", keseluruhan hidup berada di bawah satu Tuhan.

Ia ingin agar kita melayani tuan-tuan duniawi dengan baik, namun dikatakan lebih lanjut, "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jaga dengan mengucap syukur" (Kol 4:2). Inilah sikap yang harus mendasari semuanya itu. Saat kita tahu bahwa setiap bagian hidup kita adalah satu dalam pelayanan kepada Kristus maka kita bahkan dapat tersenyum menghadapi tekanan-tekanan yang berlebihan dari tiap sisi. Kita tahu bahwa Kristus mengerti karena Dia juga hidup dengan 24 jam sehari dan harus mengambil keputusan-keputusan berat yang mungkin tidak selalu dimengerti orang lainnya.

Baca : Lukas 4:40-44; Kolose 3:18-4:6


Senin, 14 Desember 2015

Peran Mucosal-associated Invariant T-Cells dalam Imunitas terhadap Salmonella typhi


Demam tifoid masih menjadi masalah di negara-negara berkembang. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang penularannya terjadi secara fekal-oral. Bakteri yang berhasil melewati asam lambung akan menempel pada sel M dan epitel usus. Invasi ini direspons oleh berbagai sel seperti sel neutrofil, sel makrofag, sel T, dan sel B. Sel MAIT sebagai bagian dari sel T yang terletak di mukosa usus mempunyai peran penting dalam usaha eliminasi Salmonella typhi. Sel MAIT mempunyai TCR Vα7.2 yang bisa mengenali produk antara sintesis ribofl avin Salmonella typhi yang terikat oleh MR1. Sel MAIT diaktifkan dengan adanya ikatan antara TCR dengan ligannya, ikatan antara molekul asesori CD80 atau CD86 dengan CD28, dan ikatan antara IL-12 dan 18 dengan IL-12R dan IL-18R. Sel MAIT yang aktif mengeliminasi bakteri dengan cara mengeluarkan sitokin, perforin, dan granzim.

Sel MAIT merupakan sel limfosit berukuran besar yang menyerupai sel iNKT dengan kemampuan mengenali bakteri dan jamur. Lokasi sel MAIT di mukosa usus halus menjadikannya sel yang mempunyai peran penting dalam imunitas terhadap Salmonella typhi. Sel MAIT bisa mengenali antigen Salmonella typhi yang dipresentasikan melalui MR1. Pengenalan ini memicu serangkaian proses untuk menghilangkan patogen, meliputi sekresi perforin dan granzim, sekresi sitokin, dan membantu polarisasi sel Th0 ke arah sel Th1.

Info lebih lengkap  di http://www.kalbemed.com/Portals/6/06_235Peran%20Mucosal-associated%20Invariant%20T-Cells%20dalam%20Imunitas%20terhadap%20Salmonella%20typhi.pdf

Senin, 07 Desember 2015

Berubah dan Membusuk?

Aku, Tuhan, tidak berubah - Maleakhi 3:6

Baru-baru ini aku membaca ulang sebuah buku lama berjudul The Indian Mutiny (Pemberontakan Orang India). Aku pernah ke India beberapa kali untuk bekerja dalam waktu yang singkat, di sebuah rumah sakit Kristen. Aku segera menyadari bahwa banyak temanku orang India menganggap peristiwa-peristiwa yang dibahas dalam buku itu sebagai tahap dalam perang memperjuangkan kemerdekaan, bukan suatu pemberontakan! Betapa pandangan terhadap peristiwa-peristiwa yang dibahas dalam buku itu sebagai tahap dalam perang memperjuangkan kemerdekaan, bukan suatu pemberontakan!Betapa pandangan terhadap peristiwa-peristiwa dan pendapat-pendapat yang dipertahankan dengan tulus itu bisa berubah. Apa yang pernah dianggap masuk akal, sering akhirnya jadi jauh berbeda. Kekejian seperti perbudakan dan apartheid, pernah disanjung-sanjung di daerah tertentu, kini merupakan aib memalukan bagi keturunan para pendukungnya. Demikian juga halnya dalam perawatan kesehatan. Dulu terapi dianggap pengobatan alternatif, sekarang jadi kontraindikasi karena ternyata kurang sempurna, atau telah diganti dengan yang lebih baik.

Allah tidak berubah. Ia tidak perlu berubah karena sebagai pusat dari pengetahuan dan hikmat, kedaulatan dan pemerintahan-Nya sempurna sejak awal. Aku tidak tahu bagaimana Tuhan Yesus memandang "pemberontakan" di India itu. Namu, jelas Ia berpihak pada orang miskin yang tertindas. Kesetiaan Allah-lah yang membuat Alkitab sangat mempesona. Bahkan saat aku tidak bisa menjelaskan, atau tidak mengerti sama sekali tentang apa yang dikatakannya, Alkitab selalu menarik. Sayangnya, orang sering menafsirkan Alkitab untuk dicocokkan dengan praduga mereka dan mengambil pernyataan-pernyataan yang mendukung, sambil dengan hati-hati menghindari atau menyingkirkan apa pun yang bertentangan dengan praduga mereka. Jadi, adalah baik jika mahasiswa teologi yang pemberani, sesekali menantang pandangan-pandangan sesat yang dianggap mapan. Beberapa di antara mereka mungkin dipenjarakan dan dihukum mati karena melakukan itu. Mari kita menghindari kecenderungan untuk mengkritik, dan segera membuka Alkitab, mencari kebenaran di dalamnya bagi diri kita. Lalu kita menceritakan dan menguji tafsiran-tafsirannya dengan sesama orang percaya. Mengapa tidak memulai hari ini juga, dengan membaca ulang pasal-pasal pembukaan kitab Kejadian berikut uraiannya tentang karya Pencipta Yang Mahabijak itu?

Baca : Kejadian 1                                                                                                                  JHJ

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis
Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas
Jl. Pintu Air Raya Blok C-5 Jakarta
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax 021- 3522170
Twitter : @MedisPerkantas